Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Memulai Investasi untuk Pemula: Mengenal Profil Resiko Investasi! Kamu yang mana?

Pendahuluan

Sudah beberapa tahun berlalu sejak kita dihadapkan oleh fenomena luar biasa yang terjadi pada tahun 2019 yaitu pandemi covid-19. Tahukah kamu jika fenomena tersebut ternyata mampu merubah seluruh struktur dan kebiasaan yang ada sebelum pandemi terjadi. Dulunya, seseorang akan mengatakan "memulai investasi itu sulit", "investasi itu buat orang pintar saja", namun pandemi covid-19 merubah segala stigma dan alur cerita tersebut.

Jika dulunya informasi tentang investasi hanya bisa didapat oleh mereka yang mendalami dunia keuangan dan mengikuti seminar tertentu, sekarang informasi tersebut sudah bisa diakses dengan sangat mudah bahkan menjadi topik favorit yang akan muncul meskipun anda tidak sedang berusaha untuk memperoleh informasi itu. 

Pandemi Covid-19 bisa dibilang adalah puncak dari segala perkembangan internet dan teknologi digital. Terjadinya pandemi covid 19 membuat kita dipaksa untuk melakukan pembatasan sosial dan melakukan work from home  yang pada akhirnya memaksa kita untuk melek teknologi untuk menunjang segala pekerjaan yang kita lakukan secara daring. 

Hal ini dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk eksis di media sosial, mulai dari banyaknya kemunculan influencer baru yang membicarakan keuangan dan lembaga-lembaga keuangan yang melakukan pembenahan dan pemanfaatan media digital untuk mendongkrak pertumbuhan bisnisnya.

Hal ini tentu berdampak positif terutama untuk kemajuan literasi keuangan di Indonesia, buktinya menurut survei yang dilakukan oleh OJK atau otoritas jasa keuangan Indonesia yang mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan pada angka literasi keuangan Indonesia dari 38,03% pada tahun 2019 meningkat menjadi 49,68% pada tahun 2022, serta kenaikan inklusi keuangan atau ketersediaan akses untuk memanfaatkan produk dan jasa keuangan  yang meningkat dari 76,9% pada tahun 2019 meningkat menjadi 85,1% pada tahun 2022. 


Kenaikan yang cukup signifikan ini tidak terlepas dari campur tangan kemajuan teknologi yang mempermudah banyak orang dari berbagai kalangan dan umur untuk memperoleh informasi tentang keuangan secara masif dan cepat. 

Namun meskipun begitu, banyaknya informasi yang diterima dan cepatnya perputaran informasi menyebabkan banyak informasi yang diperoleh tidak bisa dicerna dengan baik dan runtut. Banyak orang yang pada akhirnya melewatkan konsep-konsep dasar yang harus dikuasai sebelum memulai berinvestasi dan menyebabkan banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh para pemula yang akhirnya menyebabkan mereka kapok dan memiliki stigma yang buruk soal Investasi. 

PROFIL RESIKO INVESTASI 

Setelah di artikel sebelumnya kita membahas konsep paling dasar sebelum memulai berinvestasi yaitu "Jangan Investasi kalau belum bisa nabung", di artikel kali ini saya akan menjelaskan konsep dasar kedua yang tidak kalah penting karena akan menetukan aset investasi apa yang harus kalian pilih yang memberikan keuntungan paling optimal sesuai dengan tujuan yang telah kalian tetapkan yaitu Profil Resiko Investasi.

Profil resiko investasi adalah suatu penilaian tentang seberapa besar resiko yang siap ditanggung oleh seorang investor. Setiap orang memiliki toleransi resiko yang berbeda-beda dan dapat berubah seiring dengan berubahnya tujuan investasi, pengetahuan tentang pasar dan keuangan pribadi, serta faktor internal seperti kenyamanan pribadi. 

Apakah berinvestasi tanpa mengetahui profil resiko adalah hal yang dilarang? Jawabannya adalah tidak, berinvestasi tanpa mengetahui profil resiko sebetulnya tidaklah salah, namun lebih baik seorang investor mengetahui karakteristik diri sendiri dalam berinvestasi, sehingga saat berinvestasi investor tidak mendapat beban psikologis karena salah memilih aset investasi yang tidak cocok dengan tujuan dan psikologis diri sendiri. 

Konsep awal dari profil resiko investasi merupakan pengembangan dari teori portofolio modern yang diperkenalkan oleh Harry Markowitz yang membahas tentang diversifikasi, efisiensi portofolio, pengukuran risiko, return, dan model portofolio. Profil resiko nantinya akan berhubungan erat dengan model portofolio dan diversifikasi portofolio pada berbagai macam aset sesuai dengan resiko investasi.

Apakah berinvestasi tanpa mengetahui profil resiko adalah hal yang dilarang? Jawabannya adalah tidak, berinvestasi tanpa mengetahui profil resiko sebetulnya tidaklah salah, namun lebih baik seorang investor mengetahui karakteristik diri sendiri dalam berinvestasi, sehingga saat berinvestasi investor tidak mendapat beban psikologis karena salah memilih aset investasi yang tidak cocok dengan tujuan dan psikologis diri sendiri. 

Kalian bisa mengetahui profil resiko kalian melalui konsultasi dengan konsultan keuangan atau dengan mengisi kuisioner yang disediakan oleh lembaga-lembaga keuangan salah satunya kuisioner dari eastpring investment yg bisa kalian cek disini.

Berbagai Macam Profil Resiko Investasi

1. Profil Resiko Investasi: Konservatif

Investor dengan profil resiko konservatif adalah investor yang cenderung mengutamakan keamanan dalam investasinya. Investor jenis ini adalah investor yang menginginkan pertumbuhan yang stabil pada modal yang diinvestasikan dan memiliki tolerasi terhadap resiko/kerugian yang kecil. 

Biasanya investor konservatif adalah orang yang belum memiliki pemahaman mendalam soal keuangan dan aset-aset investasi. Mereka cenderung tidak suka berspekulasi dan lebih menginginkan kepastian serta menghindari resiko berlebihan. Investor konservatif adalah mereka yang lebih suka aset investasi yang memberikan pertumbuhan yang stabil dan pasti daripada aset dengan resiko yang tinggi. 

Jenis aset rekomendasi untuk investor dengan profil resiko konservatif adalah aset yang memberikan imbal hasil yang pasti dan tidak fluktiatif seperti deposito, reksadana pasar uang, dan obligasi pemerintah. Aset-aset tersebut memberikan jaminan imbal hasil yang pasti dan terlindungi dengan resiko investasi yang kecil sehingga sangat cocok untuk investor konservatif.

2. Profil Resiko Investasi: Moderat

Investor dengan profil resiko moderat adalah investor yang telah memahami dunia keuangan lebih baik daripada investor konservatif. Investor moderat memiliki toleransi resiko sedang, mereka cenderung lebih berani untuk mengambil resiko lebih untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik daripada investor konservatif.

Investor dengan profil resiko moderat memiliki toleransi resiko yang lebih besar dari konservatif namun tidak mengambil resiko yang berlebihan, mereka lebih mengutamakan keamanan disertai dengan pertumbuhan modal yang baik untuk memberikan imbal hasil yang optimal sehingga mereka cenderung mengerti dan dapat mendiversifikasi aset yang mereka punya dengan cermat. 

Jenis aset rekomendasi untuk investor dengan profil resiko moderat adalah aset yang memberikan imbal hasil sedang dengan resiko yang sedang, yang berarti bisa terjadi kenaikan dan penurunan aset namun tidak memiliki resiko yang berlebihan. Investor tipe ini cenderung membagi aset yang mereka miliki ke berbagai aset investasi yang stabil seperti Deposito, obligasi pemerintah, reksadana pasar uang, dan beberapa aset yang lebih fluktuatif seperti saham bluechip, reksadana campuran, obligasi perusahaan, dan lain sebagainya. 

3. Profil resiko Investasi: Agresif



Investor dengan profil resiko ini adalah mereka yang berani mengambil resiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan atau pertumbuhan maksimal dari modal yang diinvestasikan. Investor agresif cenderung memiliki pengetahuan yang dalam soal keuangan, sehingga mereka lebih memahami resiko dari masing-masing aset investasi yang mereka pilih.

Investor agresif memiliki toleransi resiko yang tinggi, mereka paham dan merasa nyaman dengan fluktuasi harga dari aset investasi mereka dan tidak terpengaruh oleh kestabilan pasar, mereka juga fokus pada pertumbuhan dan return yang tinggi sehingga kebanyakan investor tipe ini adalah mereka yang menggunakan pendetakan jangka panjang dalam investasinya.

Jenis aset rekomendasi untuk investor dengan profil resiko tinggi adalah aset yang dapat memberikan imbal hasil yang tinggi disertai dengan resiko yang tinggi pula, seperti saham, kripto, komoditas, reksadana saham, dan berbagai aset investasi lainnya yang memiliki fluktuasi dan imbal hasil yang tinggi. 

KESIMPULAN


Seorang investor yang baik adalah mereka yang memahami diri mereka sendiri. Perkembangan teknologi yang amat pesat telah mempengaruhi kecepatan perputaran informasi menyebabkan informasi soal dunia keuangan pun berkembang dengan sangat pesat. 

Namun sangking cepatnya banyak informasi yang terlewatkan dan tidak disampaikan secara runtut sehingga membuat seorang investor pemula kesulitan untuk memahami resiko dari investasi yang mereka lakukan.

Hal dasar yang wajib diketahui adalah soal profil resiko investasi, yang merupakan suatu tingkat toleransi investor terhadap resiko investasi yang nantinya akan mempengaruhi jenis-jenis aset yang dapat dipilih untuk melakukan investasi. 

profil resiko terbagi menjadi 3 jenis yaitu investor konservatif yang memiliki toleransi resiko rendah menyukai imbal hasil yang pasti dan stabil, investor moderat yang memiliki toleransi resiko sedang yang memilih untuk berinvestasi pada aset yg sedikit lebih beresiko namun memberikan imbal hasil lbh tinggi, dan investor agresif yang memiliki toleransi resiko tinggi.

Dengan mengetahui profil resiko masing-masing diharapkan kalian sebagai investor dapat mengelola aset dan portofolio secara lebih efektif dan mendapatkan imbal hasil terbaik tanpa membebani psikologis kalian sebagai seorang investor

Demikian artikel ini saya buat, semoga artikel ini dapat menjawab dan memberikan pengetahuan lebih kepada kalian soal profil resiko investasi. Kita akan bertemu lagi di bahasan selanjutnya seputar keuangan di waktu yang akan datang. 



Posting Komentar untuk "Tips Memulai Investasi untuk Pemula: Mengenal Profil Resiko Investasi! Kamu yang mana?"