Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Memulai Investasi Untuk Pemula: Jangan Investasi Kalau Belum Bisa Nabung!



Pendahuluan

Kata investasi bukanlah kata yang sulit ditemukan di era penuh informasi ini. Hampir setiap hari khususnya kalian yang aktif di sosial media seperti Tiktok, atau Instagram pasti menemukan Influencer atau Content Creator yang membahas berbagai macam investasi dengan menggunakan kata-kata ajaib yaitu "harus investasi sejak dini", "Investasi itu Mudah", "Cuan Ratusan Persen dari investasi", dan lain sebagainya.


Perlu kalian ketahui yang mereka katakan sebetulnya tidaklah salah, namun juga tidak bisa dibenarkan secara langsung, khususnya untuk kalian yang memang belum pernah belajar mengenai dunia manajemen keuangan secara mendalam.

Ada satu kutipan menarik dari investor legendaris di dunia Warren Buffett "Risk comes from not knowing what you're doing". Jika kita kaitkan dengan bahasan kita soal investasi, risk yang dimaksud oleh Buffett adalah resiko kehilangan uang kita dalam investasi, yang berarti ketidak tahuanmu soal investasi akan membuat kalian bukannya untung tapi malah membuat kalian mengalami kerugian dan kehilangan uang kalian. 


Jadi untuk kalian yang belum pernah belajar ataupun menyentuh dunia investasi, ada baiknya jangan terjun terlalu jauh kedalam investasi dengan telanjang kaki atau tanpa bermodal ilmu apapun sebelum mempelajari jenis dan resiko yang ada dalam instrumen investasi. 

Ada banyak hal yang harus dipelajari sebelum kalian layak disebut seorang "Investor", salah satunya adalah kebiasaan/habit paling dasar yang ada yaitu Menabung.

Menabung dan Fungsinya


Kalian pasti tidak asing dengan peribahasa "Menabung pangkal kaya", meskipun hal ini terdengar biasa saja namun secara tidak langsung peribahasa ini menjadi pintu awal untuk kalian memulai investasi.

Investasi pada dasarnya adalah upaya yang kalian lakukan untuk membuat uang atau modal yang kalian miliki sekarang dapat bertumbuh atau bertambah nilainya tanpa kalian sebagai pemilik modal harus ikut bekerja untuk mengelola modal tersebut. 

Jadi kata kunci dari investasi adalah Modal, lalu apa yang harus dilakukan untuk memperoleh modal untuk melakukan investasi ? jawabannya adalah Menabung. Jadi sudah kelihatan ya, gambaran besar dari judul artikel ini. Yuk kita lanjutkan bahasan kita soal menabung lebih dalam. 

Menabung Dan Berbagai Masalah Didalamnya

Meskipun secara konsep dan teori menabung itu mudah untuk dilakukan namun kenyataannya menabung tidak semudah yang dijelaskan dalam teori dan omongan para guru kita. 

Pada dasarnya menabung harus dilakukan tanpa beban dan juga dengan kesadaran bahwa apa yang kita lakukan akan berguna dan akan mempersiapkan diri kita untuk masa depan nanti. Meskipun begitu bahkan kebanyakan orang pun masih akan kesulitan untuk memulai menabung meskipun sudah mengetahui dasar yang diperlukan untuk menabung.

Ada beberapa masalah yang umum yang akan dihadapi saat ingin menabung, yaitu:

  1. Tidak merasakan manfaat menabung
  2. Tidak bisa menyisihkan uang untuk menabung
Setelah mengetahui hal tersebut, mari kita bahas ke dua masalah tersebut sekaligus dengan tips yang dapat kita lakukan untuk memulai kebiasaan menabung.

Masalah dalam menabung

Kita akan mulai dengan membahas masalah apa yang dihadapi oleh penabung, mengapa masalah itu dapat terjadi dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut secara realistis: 

MASALAH I: TIDAK MERASAKAN MANFAAT MENABUNG

Tidak merasakan manfaat menabung merupakan masalah yang hampir pasti dirasakan oleh semua anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah atau banyak orang yang belum teredukasi secara finansial.

"Masalah yang dirasakan oleh mereka yang belum sadar bahwa masih ada hari esok yang jauh lebih berat dan memerlukan kesiapan lebih dari sisi mental dan finansial". 

Akar masalah dari persoalan pertama ini adalah mental instan, yang terbentuk melalui 2 saluran yaitu, secara naluriah yang bersumber dari diri kita atau kata kasarnya "sudah dari sananya", dan terbentuk karena kondisi sosial dan kemajuan teknologi saat ini atau "situasi serba gampang".


Secara naluriah, manusia selalu menginginkan kepuasan segera, hal ini akan secara alami terbentuk karena manusia memiliki dopamine, suatu zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh kita sendiri yang memberikan perasaan senang dan puas saat kita mendapatkan hasil atau penghargaan dari apa yang telah kita lakukan. Dopamine bersifat adiktif atau candu yang pada akhirnya akan membuat tubuh kita ingin merasakan rasa senang dan puas terus menerus secara instan sehingga terbentuklah mental instan secara naluriah. 

Secara sosial, kemajuan teknologi membuat manusia dapat memperoleh informasi secara cepat dan instan yang pada akhirnya membuat manusia membentuk naluri dalam diri mereka sendiri untuk mendapatkan sesuatu secara instan dan pada akhirnya menjadi kebiasaan dan mempengaruhi segala keputusan dalam kehidupannya sehari-hari. 

Kombinasi dari kedua hal tersebut pada akhirnya membentuk mental instan yang berimbas pada perilaku kita yang tidak sabaran dan tidak bisa menghargai proses dalam melakukan sesuatu, salah satunya menabung. 

Menabung adalah projek jangka panjang, hasilnya tidak akan dirasakan dalam waktu dekat. Dalam jangka waktu pendek nominal tabungan tidak akan ada artinya dibandingkan dengan barang-barang dan kesenangan yang dapat dibeli dengan nominal tersebut. Maka dari itu tips pertama yang dapat dilakukan adalah "Menetepkan Tujuan Menabung". 

SOLUSI I: MENETAPKAN TUJUAN MENABUNG

Tujuan yang jelas dan kuat akan mempermudah segala hal yang kita lakukan serta membuat kita dapat berjalan dengan lurus dan terarah. telqh dijelaskan di penjelasan di atas bahwa menabung adalah tujuan jangka panjang. Maka yang dapat kalian lakukan adalah mulai dengan menetapkan tujuan kalian di masa depan.

Simpelnya, kalian dapat memulai dengan memikirkan apa yang harus kalian capai dalam jangka 1 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun kedepan secara terukur atauu yang dapat jelaskan dalam angka. 

Misalnya saat kalian berada di umur 21 tahun baru lulus kuliah dan baru mendapatkan gaji pertama kalian sebesar 4.5Juta/ bulan, kalian bisa menetapkan tujuan kalian menjadi:

  • 1 tahun: Membeli kendaraan senilai 15 juta rupiah dan memiliki tabungan sebesar 10 Juta 
  • 3 tahun: Memiliki dana darurat sebesar 100 juta rupiah
  • 5 tahun: Mulai menyiapkan tabungan untuk DP untuk membeli rumah secara kredit senilai 50 Juta, Menyiapkan dana untuk Pernikahan senilai 100 Juta, dan Dana untuk di investasikan di saham senilai 50 Juta
  • 10 tahun: Menyiapkan Tabungan senilai 500 Juta rupiah untuk pendidikan anak dan berbagai hal lainnya.

Dengan membuat tujuan yang terukur dengan angka, secara tidak sadar alam bawah sadar kalian akan membantu mengarahkan segala tindakan kalian untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan angka-angka yang pasti maka kalian juga lebih mudah untuk menyusun strategi dalam mengumpulkan tabungan kalian.


MASALAH II: TIDAK BISA MENYISIHKAN UANG UNTUK DITABUNG

Tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah masalah ke dua yang pasti dialami oleh banyak orang. Masalah ini tidak terjadi secara alamiah, tapi terjadi karena kurangnya literasi keuanganan khususnya di Indonesia.

Apa yang dimaksud dengan literasi keuangan? Literasi keuangan mengacu pada pemahaman manusia tentang konsep dan pengetahuan dasar terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi, hal ini meliputi bagaimana mengelola uang, membuat anggaran, mengatur utang, berinvestasi dan memahami resiko keuangan dan perencanaan keuangan jangka panjang. 

OJK (otoritas jasa keuangan) pada 2022 mengadakan survei Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang menunjukan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat indonesia sebesar 49,68% yang menunjukan peningkatan dari survei serupa terdahulu yang telah dilakukan OJK pada 2019 dengan nilai indeks literasi keuangan hanya sebesar 38,03%.

Meskipun indeks tersebut menujukan peningkatan dari tahun 2019, masyarakat Indonesia secara umum masih belum memahami berbagai produk dan jasa keuangan yang tersedia untuk mereka. 

Sehingga dari data tersebut kita bisa menyimpulkan dari 10 orang hanya 49,68% orang yang memahami tentang pengelolaan keuangan, yang artinya 5 dari 10 orang lainnya tidak memahami apa itu perencanaan dan bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka.

Dari data tersebut kita akhirnya bisa menarik kesimpulan "Wajar" jika masih banyak orang yang kesulitan menyisihkan uang untuk ditabung karena tidak mengetahui bagaimana cara dan trik untuk mengatur keuangan pribadi mereka.

Hal ini diakibatkan juga karena pendidikan Indonesia yang tidak memasukan pendidikan keuangan sejak dini sehingga saat seorang siswa lulus dari sekolahnya mereka tidak memiliki pengetahuan soal pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan, investasi dan pengelolaan hutang dari semasa sekolahnya.

Literasi keuangan yang rendah berdampak pada pola pikir masyarakat Indonesia yang belum "keuangan banget", masyarakat Indonesia cenderung suka menghabiskan uang untuk memanjakan diri atau mengikuti trend serta gaya hidup yang tinggi diatas kemampuannya. Bahkan fenomena yang terjadi baru-baru ini, banyak sekali remaja yang terjebak hutang pinjaman online dalam jumlah besar karena keinginan untuk memenuhi gaya hidup dan kurangnya pemahaman soal pengelolaan hutang. 

Oleh karena itu, solusi untuk masalah ini adalah belajar bagaimana supaya kita bisa menabung dengan cara membuat anggaran menabung, mengurangi pengeluaran, dan meningkatkan pendapatan. 


SOLUSI II: MEMBUAT ANGGARAN MENABUNG, MENGURANGI PENGELUARAN, MENINGKATKAN PENDAPATAN

Membuat Anggaran Menabung

Anggaran adalah suatu rencana terperinci soal keuangan yang mencakup perkiraan pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Membuat anggaran sama saja dengan merencanakan masa depan kalian dengan terukur.

Dalam membuat anggaran, kalian perlu membagi pendapatan kalian menjadi beberapa bagian pos pengeluaran yang akan kalian rancang sedetail mungkin secara terukur. Dalam bahasan kali ini saya tidak akan membahas anggaran secara detail namun saya akan lebih menjelaskan tentang bagaimana menganggarkan pendapatan kalian secara efektif untuk ditabung. 

Misalkan jika kalian memiliki pendapatan 4.5 Juta/ bulan, untuk memulai menabung kalian harus langsung mengalokasikan persentase pendapatan kalian terlebih dahulu sebelum membelanjakannya untuk berbagai kebutuhan lainnya. 

Rasio minimum paling ideal untuk menabung adalah 10% dari pendapatan, jika kalian bisa menabung lebih dari 10% dari pendapatan kalian maka akan jauh lebih bagus, karena mengindikasikan keuangan kalian yang sehat dan otomatis akan mempercepat bertambahnya uang pada tabungan kalian. 

Gambaran jumlah tabungan yang diperoleh dengan rasio menabung 10/30/50% dari pendapatan

Jika kalian dapat menabung sebesar 10% dari pendapatan kalian maka kalian dapat menabung sebesar Rp. 450.000/ bulan dan Rp. 5.400.000/ tahun

Jika kalian dapat menabung sebesar 30% dari pendapatan kalian maka kalian dapat menabung sebesar Rp. 1.350.000/ bulan dan   Rp. 16.200.000/ tahun

Jika kalian dapat menabung sebesar 50% dari pendapatan kalian maka kalian dapat menabung sebesar Rp 2.250.000/ bulan dan Rp. 27.000.00/ tahun

Pengalokasian uang tabungan ini harus kalian simpan dan tidak boleh kalian gunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari dalam bulan tersebut. Sehingga kalian bisa memenuhi kebutuhan kalian dengan menggunakan sisa uang yang tidak dialokasikan untuk tabungan. 

Kalian bisa dengan bebas menggunakan uang sisa untuk apapun kebutuhan kalian, namun ada lebih baiknya kalian mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dalam kegiatan kalian sehari-hari. 

Mengurangi Pengeluaran

Setelah mengalokasikan pendapatan kalian untuk tabungan di awal, langkah selanjutnya adalah mengurangi pengeluaran tidak perlu sehingga kalian bisa menabung lebih besar per bulannya. Ada berbagai macam contoh hal yang bisa lakukan untuk mengurangi pengeluaran kalian seperti:

  • Tidak membeli kopi di coffee shop setiap hari, tapi buat kopi sendiri di rumah dengan kopi instan
  • Tidak nongkrong di cafe setiap malam, namun atur jadwal untuk nongkrong di cafe 2x seminggu
  • Mengurangi membeli maknaan di luar rumah, lalu memasak sendiri dirumah untuk menghemat pengeluaran
  • Kurangi penggunaan kuota berlebihan diluar rumah, lalu manfaatkan wifi di rumah untuk keperluan yang menggunakan banyak kuota
  • Tidak membeli minuman setiap makan di luar rumah, tapi bawa air putih dari rumah menggunakan botol untuk menghemat pengeluaran
  • dan lain sebagainya
Meskipun kelihatannya tidak signifikan namun tidak terasa kalian akan menghemat:
  • membeli kopi di coffee shop dan membuat kopi instan akan menghemat sekitar Rp. 20.000/hari
  • nongkrong di cafe 2x seminggu akan menghemat setidaknya Rp. 80.000/minggu
  • memasak sendiri di rumah akan mengurangi pengeluaran kalian untuk membeli makanan hingga Rp 80.000/minggu
  • memanfaatkan wifi dirumah akan menghemat biaya kuota kalian sampai dengan Rp. 100.000/bulan
  •  membawa air putih dari rumah akan menghemat sekitar Rp 10.000-30.000/ perjalanan

Jadi, mengurangi pengeluaran adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan jumlah tabungan kalian adalah dengan mengurangi pengeluaran kalian. 


"Hal kecil jika dibiarkan berdiri sendiri memang akan terlihat kecil, namun jika digabungkan hal kecil tersebut akan menjadi hal besar yang bisa membebani atau membantu kalian".


Meningkatkan Pendapatan

Dalam keuangan meningkatkan pendapatan adalah langkah yang lebih baik daripada harus memotong pengeluaran secara berlebihan. Namun meningkatkan pendapatan memang tidak semudah yang dibicarakan. Kalian harus bekerja ekstra atau lebih kreatif dalam mencari tambahan pendapatan tersebut.

Dengan meningkatkan pendapatan semakin besar pendapatan maka semakin besar jumlah uang yang bisa kalian tabung. 

Seseorang dengan pendapatan Rp. 10.000.000/bulan dapat menabung 10% dari pendapatannya dan mengumpulkan Rp. 1.000.000/bulan dan Rp. 12.000.000/ tahun, persentase yang jauh lebih besar dari 10% yang bisa disimpan daripada seseorang dengan pendapatan Rp. 4.500.000/ bulan

beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan pendapatan kalian adalah:
  • Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anda
Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan akan membuka banyak peluang baru dalam kehidupan anda, mulai dari promosi jabatan atau peluang untuk bekerja menjadi spesialis dalam satu bidang tertentu 
  • Mencari peluang karir yang lebih baik
Mencari peluang karir yang lebih baik bisa anda lakukan jika anda merasa perusahaan anda bekerja tidak memberikan kepastian dalam jenjang karir dan transparansi dalam pengajian, atau perusahaan tidak menghargai kinerja anda yang baik. 
  • Tambahkan sumber pendapatan seperti membuka usaha kecil-kecilan di rumah atau membuka toko online
Menambahkan sumber pendapatan dengan membuka usaha atau toko online adalah cara yang efektif yang dipakai kebanyakan orang, bahkan banyak dari mereka yang pendapatan dari usaha kecilnya lebih besar dari gaji kantoran sampai akhirnya menjadi usaha besar yang dapat dijadikan sumber pendapatan utama
  • Mulai mencoba untuk membangun personal branding lewat media sosial dan membuat konten melalui Youtube, tiktok dan berbagai media sosial lainnya yang dapat dimonetisasi
Membangun personal branding lewat media sosial, membuat konten yang dapat dimonetisasi akan memberikan peluang tiada batas untuk kehidupan anda. Sebagai contoh, penulis memiliki seorang teman yang merupakan seorang youtuber gaming dengan subscriber sekitar 1 Juta pengikut mampu menghasilkan rerata 100 Juta perbulan dengan membuat konten di Youtube. Banyak orang kaya lainnya yang kekayaannya juga berasal dari membuat konten di youtube yang pada akhirnya membuat mereka memiliki modal dan mampu untuk membuka bisnis-bisnis baru lainnya. 
  • Jalin koneksi dengan banyak orang 
Menjalin koneksi yang baik dengan banyak orang adalah prioritas utama dalam kehidupan.  Koneksi yang baik ditambah keterampilan diri yang memumpuni, akan terbuka banyak pintu peluang untuk pekerjaan dengan gaji atau pendapatan yang lebih tinggi daripada yang kalian lakukan saat ini. Maka dari itu perlakukan semua orang dengan baik sehingga suatu saat kebaikan kalian akan dibalas oleh orang lain tersebut.    

Kesimpulan

Pada intinya, artikel ini berusaha untuk mengajak kalian menyadari bahkan investasi tidak bisa dilakukan dengan instan dan tanpa persiapan. Ada banyak persiapan yang harus kalian lakukan sebelum memulai investasi mulai dari membersiapkan pengetahuan tentang keuangan sampai menyediakan modal untuk melakukan investasi. 

Menabung bukanlah hal yang mudah, harus disertai dengan pemahaman soal literasi keuangan, menetapkan tujuan, dan keterampilan untuk mengatur serta mengelola pengeluaran. Meskipun konsep menabung sudah di perkenalkan kepada kita sejak dini, namun pembahasan yang kurang terintegrasi dalam sekolah pada akhirnya membuat sebagian besar masyarakat indonesia tidak memahami soal pengelolaan keuangan dan akhirnya mengalami kesulitan untuk menabung dan mempersiapkan masa depan. 

Menabung merupakan projek jangka panjang sehingga untuk memotivasi diri sendiri, kita harus menentukan tujuan jangka panjang yang terukur dalam angka untuk mempermudah kita menyiapkan dan mengatur dana yang akan ditabung, selain itu kita juga harus menyisihkan terlebih dahulu pendapatan yang kita dapatkan untuk ditabung sebelum menggunakan pendapatan untuk kebutuhan yang lain, kita juga harus bisa mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dan mencari cara untuk menambahkan pendapatan sehingga jumlah uang yang kita tabung dapat berlipat ganda.

Akhir kata, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca, di kesempatan selanjutnya saya akan melanjutkan penjelasan ke jenis-jenis aset investasi dan berbagai resiko yang ada didalamnya. Tinggalkan cerita kalian sendiri dalam memulai menabung dan berinvestasi di kolom komentar supaya kita dapat berdiskusi bersama untuk kebaikan bersama. 





Posting Komentar untuk "Tips Memulai Investasi Untuk Pemula: Jangan Investasi Kalau Belum Bisa Nabung!"