Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Salah Pilih! Kenali 2 Jenis Hasil Investasi: Capital Gain dan Cashflow

Pendahuluan

Bukan rahasia lagi kalau tujuan seseorang memulai ber investasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Semua orang tentu menginginkan modal yang di tanamkan dalam suatu aset investasi dapat terus berkembang dan memberikan keuntungan yang maksimal baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. 

Namun pernahkah anda merasa kalau investasi yang anda lakukan tidak menghasilkan uang seperti yang anda harapkan? Bahkan sejak mulai berinvestasipun, anda tidak merasakan adanya perubahan dari segi finansial anda padahal anda terindikasi "untung" dari hasil investasi anda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa penyebabnya?

Hasil Investasi

Jika anda merasakan kejadian yang sama cerita di pendahuluan tadi, ada kemungkinan anda masih belum memahami jenis hasil investasi anda.

Setiap aset yang anda investasikan tentu akan memberikan keununtungan di masa depan. Namun, bentuk keuntungan yang diberikan oleh aset-aset tersebut berbeda-beda, ada yang berbentuk arus kas (cashflow)keuntungan modal (capital gain), maupun keduanya.


Hasil Investasi: Arus kas/ cashflow

Arus kas adalah hasil dari investasi yang berbentuk kas atau uang yang bisa didapatkan secara rutin dalam jangka waktu tertentu dari pembagian keuntungan suatu aset investasi. 

Simpelnya, keuntungan arus kas adalah keuntungan yang kalian dapatkan tanpa harus menjual aset yang kalian punya. Dengan kata lain, bisa dibilang kalian mendapatkan keuntungan kalian secara langsung dan bisa langsung digunakan saat itu juga. Arus kas adalah keuntungan terealisasi yang bisa langsung kalian gunakan untuk keperluan apapun tanpa ada hambatan apapun. 

Ada berbagai macam aset yang dapat memberikan keuntungan dalam bentuk arus kas seperti deposito, kupon obligasi, dan dividen saham


Arus Kas dari Deposito

Deposito adalah aset investasi yang paling umum serta paling aman yang bisa kalian investasikan. Deposito pada dasarnya adalah produk penyimpanan dari suatu bank dimana kita sebagai nasabah bisa menitipkan dana tabungan kita di bank dan diberikan bunga dalam jumlah tertentu sesuai dengan kesepakatan dan penawaran yang diberikan. 

Bunga yang diberikan oleh deposito adalah bentuk pendapatan investasi dalam bentuk arus kas. Bank memberikan bunga sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan kalian menitipkan uang kalian di Bank, sedangkan bank akan menggunakan uang kalian sebagai modal kerja untuk memberikan kredit kepada nasabah yang lainnya.

Nantinya bunga yang diperoleh dari deposito bersifat liquid atau mudah bergerak karena bunga tersebut dibayarkan dalam bentuk uang cash setiap bulannya yang akan langsung masuk ke rekening pribadi dan dapat kalian gunakan secara bebas sehingga dapat memberikan arus kas untuk keuangan kalian.


Arus Kas dari Obligasi

Obligasi adalah aset investasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau negara dengan tujuan memperoleh modal untuk menambah modal kerja atau membiayai suatu proyek tertentu. Di saat obligasi ditawarkan kepada investor, maka pihak yang menawarkan obligasi akan memberikan hadiah atau reward kepada para investor berupa kupon yang merupakan persentase bunga dari jumlah uang yang dipinjamkan oleh investor.

Jadi, pada dasarnya Obligasi adalah surat utang, perusahaan yang menerbitkan obligasi biasanya memerlukan dana dengan jumlah yang sangat besar yang membuat perbankan kesulitan untuk membiayai utang tersebut. Maka dari itu, perusahaan menerbitkan obligasi yang disertai dengan kupon/bunga dengan jumlah tertentu yang digunakan untuk menarik minat investor supaya investor tertarik membeli obligasi perusahaan tersebut. 

Nantinya kupon yang ditawarkan oleh penerbit obligasi akan menjadi pendapatan investasi berupa arus kas yang akan dibayarkan dalam tempo waktu tertentu sesuai dengan prospektus dari obligasi tersebut. Kupon yang telah dicairkan akan membuat investor memperoleh uang cash yang dapat digunakan secara bebas sehingga investor mendapatkan arus kas dan dapat menginvestasikan kembali uang kupon tersebut ke aset-aset lainnya

Sementara modal investor yang dipinjamkan ke perusahaan melalui obligasi akan dibayarkan kembali kepada investor saat obligasi berkaitan telah jatuh tempo.


Arus Kas Dari Saham

Saham adalah suatu bukti kepemilikan suatu perusahaan. Dengan membeli saham maka secara efektif kalian telah menjadi pemegang saham atau pemilik dari suatu perusahaan tersebut. Selain itu saham dapat diperdagangkan secara bebas di bursa efek dan dapat dibeli oleh siapapun selama perusahaan tersebut telah menjadi perushaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Layak usaha pada umumnya, perusahaan akan membagikan keuntungan kepada pemiliknya sebagai hasil dari operasional mereka, sehingga secara otomatis jika anda adalah pemegang saham suatu perushaan anda akan memperoleh hak untuk mendapatkan dividen dari perusahaan tersebut.

Dividen dari saham biasanya dibayarkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu, ada yang dibayarkan 1 kali per tahunn ada juga yang dibayarkan 2 kali per tahun dan lain sebagainya sesuai dengan ketentuan perusahaan. 

Nantinya hasil dividen yang dibagikan oleh perusahaan tersebut akan menghasilkan arus kas dalam bentuk uang cash ke rekening RDN dan dapat langsung kalian gunakan untuk melakukan investasi lainnya.


Hasil Investasi: Keuntungan Modal/ capital gain

Keuntungan modal atau capital gain adalah keuntungan yang kalian peroleh melalui selisih harga beli dan harga jual suatu aset investasi kalian.

Berbeda dengan keuntungan arus kas, untuk mendapatkan keuntungan modal kalian harus melakukan aktivitas jual beli dalam aset kalian. Jika kalian mendapat harga jual lebih tinggi daripada harga beli kalian, maka kalian akan memperoleh keuntungan, sebaliknya jika harga beli kalian lebih tinggi dari harga jual kalian maka kalian akan mendapatkan kerugian dari hasil investasi kalian. 

capital gain dapat diperoleh hampir dari seluruh aset investasi dikarenakan pada dasarnya seluruh aset investasi merupakan upaya untuk membeli barang murah dan menjualnya saat aset tersebut meningkat nilainya. Contoh aset yang bisa memberikan keuntungan modal adalah investasi reksadana, trading saham dan jual beli obligasi

Capital Gain dari Reksadana

Reksadana adalah suatu produk keuangan yang dikelola oleh manajer investasi atau profesional keuangan, yang mana produk tersebut merupakan hasil penghimpunan dana dari investor kepada suatu manajer investasi.

Simpelnya, reksadana sama dengan menitipkan dana yang kalian miliki kepada profesional untuk diinvestasikan. 

Reksadana dibuat karena masih banyaknya orang yang belum bisa mengelola investasi ataupun tidak memiliki waktu untuk melakukan investasi secara aktif sehingga muncul manajer investasi yang merupakan profesional di dunia keuangan yang membantu pemilik modal tersebut untuk menginvestasikan uangnya secara profesional dan memaksimalkan kemungkinan untuk memperoleh kentungan maksimal. 

Reksadana terbentuk melalui penawaran yang dilakukan oleh suatu manajer investasi. Nantinya jika kalian menginvestasikan reksadana tersebut maka kalian akan memperoleh unit reksadana sesuai dengan nominal yang kalian investasikan. 

Unit reksadana memiliki harga dasar dan akan bergerak naik turun sesuai dengan performa reksadana berkaitan. Jika aset yang di investasikan oleh reksadana tersebut memperoleh keuntungan maka secara otomatis modal yang dikelola reksadana tersebut juga naik sehingga terjadi juga kenaikan harga dari reksadana tersebut, sebaliknya jika aset mengalami kerugian maka harga unit dari reksadana tersebut turun juga. 

Reksadana pada dasarnya adalah produk tersendiri terlepas dari isi reksadana itu sendiri. Jika reksadana berisi obligasi dan obligasi tersebut membagikan kupon, maka kalian sebagai investor reksadana tidak akan memperoleh uang cash dari kupon obligasi tersebut.

Kalian akan memperoleh keuntungan unrealized atau belum teralisasikan dari kenaikan harga per unit reksadana tersebut, karena pada akhirnya arus kas dari kupon akan dijadikan modal tambahan yang menaikkan dana kelolaan reksadana, sehingga harga per unit reksadana juga ikut meningkat

Untuk memperoleh capital gain maka seorang investor pada dasarnya harus menjual reksadana tersebut, penjualan reksadana akan memberikan realized profit atau keuntungan terealisasi yang akhirnya akan memberikan capital gain pada investor. 

Selama reksadana masih dalam kepemilikan investor, tidak bisa dikatakan bahwa anda telah menerima capital gain karena pada dasarnya keuntungan yg tertulis adalah unrealized profit atau keuntungan yang belum terealisasi yang dapat berubah sewaktu-waktu.


Capital Gain dari Trading Saham

Seperti yang dijelaskan di atas, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang dapat diperdagangkan secara bebas jika perusahaan tersebut telah terdaftar di bursa efek. Salah satu keunggulan saham adalah bersifat liquid atau mudah bergerak dan diperjual belikan, sehingga seringkali seseorang yang berinvestasi saham tidak hanya mengharapkan dividen dari perusahaanya, namun juga mengharapkan keuntungan dari jual beli saham.

Trading merupakan aktivitas yang lebih disukai oleh para investor saham karena dapat memberikan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat. Keuntungan yang diperoleh dari jual beli saham inilah yang nantinya akan disebut sebagai capital gain atau keuntungan modal, dimana kalian mendapatkan keuntungan berupa selisih harga beli dan jual. 

Namun meskipun begitu, aktivitas trading adalah aktivitas yang memiliki resiko tinggi, investor harus melakukan analisa dengan baik dan tidak asal-asalan membeli suatu saham supaya trading yang dilakukan memperoleh capital gain atau keuntungan bukannya capital loss atau kerugian karena harga saham yang turun. 


Capital Gain dari Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk membiayai proyek yang direncanakannya, seorang investor yang membeli obligasi suatu perusahaan berhak untuk memperoleh bunga atau kupon yang telah dijanjikan oleh perusahaan tersebut dalam periode penawarannya. 

Namun bagaimana jadinya jika tiba-tiba investor tersebut memerlukan modalnya yang telah ia investasikan? Jawabannya adalah Investor dapat menjual obligasi tersebut di pasar sekunder. 

Sama seperti saham, obligasi juga memiliki tempat untuk memperjual belikan obligasi tersebut. Pasar primer obligasi merupakan tempat terjadinya penawaran obligasi baru kepada para investor, sedangkan pasar sekunder adalah tempat jual beli obligasi yang telah diterbitkan oleh suatu perusahaan dimana pada pasar ini perusahaan penerbit sudah tidak terikat atau berhubungan dengan aktivitas jual beli obligasi tersebut. 

Sama seperti saham, capital gain yang didapat dari obligasi merupakan hasil dari selisih harga jual dan harga beli obligasi tersebut, sehingga besar keuntungan yang bisa diperoleh murni dari kekuatan permintaan dan penawaran yang ada dipasar. 

Meskipun begitu, jual beli obligasi bukanlah hal yang umum untuk dilakukan, biasanya seorang pemegang obligasi bersifat pasif dan memilih untuk mendapatkan kupon sebagai imbal hasil investasi. Jual beli obligasi perlu memperhitungkan yield obligasi atau keuntungan total dari obligasi tersebut, kita akan membahas soal Obligasi di lain waktu.


Hasil Investasi: Capital Gain dan Cashflow

Setelah menyimak penjelasan dari dua jenis hasil invetasi di atas, kalian pada akhirnya pasti berpikir mengapa harus memilih salah satu hasil investasi, mengapa tidak keduanya? Apakah tidak memungkinkan untuk memperoleh capital gain dan cashflow sekaligus? 

Jika anda menanyakan hal ini di benak anda, maka saya bisa simpulkan anda cukup kritis dan pintar dalam membaca peluang investasi. Jawaban dari pertanyaan diatas adalah bisa dan memungkinkan untuk memperoleh capital gain sekaligus cashflow.

Pada dasarnya aset investasi yang dapat diperdagangkan dapat memberikan dua keuntungan ini sekaligus. 


Obligasi: Capital Gain dan Cashflow

Obligasi dapat memberikan arus kas melalui kupon yang ditawarkan oleh obligasi tersebut, dan dapat memberikan capital gain setelahnya jika investor menjual obligasi tersebut di pasar sekunder. Namun investor harus mempertimbangkan nilai yield to maturity (YTM)  atau keuntungan yang diperoleh dari penjualan obligasi dan kupon saat menjual obligasi harus memberikan nilai lebih besar daripada yield to maturity (YTM) saat obligasi dibiarkan jatuh tempo. 

Faktor penentu suatu investor melakukan pembelian obligasi adalah karena besarnya persentase bunga/ kupon yang ditawarkan obligasi tersebut dan arus kas dari kupon yang dapat diterima dalam waktu panjang. Jika menjual obligasi di tengah jalan maka keuntungan yang diperoleh pun tidak bisa maksimal jika tidak dijual saat harga obligasi tidak maksimal pula. 

Hal inilah yang pada akhirnya membuat banyak investor cenderung lebih memilih untuk menggunakan obligasi sebagai investasi arus kas karena biasanya keuntungan dari kupon obligasi akan lebih maksimal. 

Saham: Capital Gain dan Cashflow

Saham adalah aset yang lebih sering digunakan untuk memperoleh keuntungan modal dan arus kas dalam berinvestasi. Berbeda dengan obligasi yang memiliki jatuh tempo, saham tidak memiliki tanggal kadaluarsa yang membuat saham dapat menjadi investasi abadi selama perusahaan yang sahamnya anda beli masih berdiri. 

Saham dapat memperoleh memperoleh keuntungan modal dan arus kas jika suatu investor melakukan pembelian saham berdasarkan prinsip value investing. 

value investing sendiri adalah salah satu prinsip investasi saha yang paling populer di dunia yang digunakan juga oleh investor saham paling sukses warren buffett untuk memilih saham-saham yang akan diinvestasikan. 

Pada dasarnya, value investing adalah memilih saham berdasarkan nilai dari perusahaan itu sendiri, apakah perusahaan memiliki model bisnis yang kuat, branding dan pasar yang kuat, memiliki keuangan yang sehat serta rutin melaksanakan kewajibannya yaitu untuk membagi dividen kepada para pemegang saham. 

Value investing sendiri juga identik dengan menemukan saham-saham yang undervalue atau dibawah nilai wajarnya dan dipandang sebelah mata oleh investor namun pada kenyataannya memiliki kinerja yang baik. 

Dengan menerapkan value investing seorang investor diharapkan membeli suatu perusahaan untuk investasi jangka panjang dan dalam periode investasi investor mengharapkan adanya arus kas melalui dividen yang diberikan perusahaan dan keuntungan modal dengan menjual saham tersebut jika harga suatu saham telah naik sesuai dengan ekspektasi investor atau prospek masa depan suatu perusahaan telah berubah.


Properti: Capital Gain dan Cashflow

Properti adalah aset yang paling cocok jika anda ingin memperoleh capital gain dan cashflow dalam jumlah yang cukup besar. Properti seperti yang kita tau adalah aset berwujud berupa bangunan yang tidak bergerak dan tidak liquid yang pada akhirnya properti sulit untuk diperjual belikan dengan cepat dan memerlukan modal yang besar dalam pembeliannya. 

Berbeda dengan saham yang sangat liquid dan tidak perlu modal besar, properti memerlukan modal cukup besar dan harus dianggap uang tidur atau tidak dapat digunakan dan diperoleh kembali dengan cepat. 

Karena jumlah tanah yang terbatas, pada akhirnya properti pasti akan selalu mengalami kenaikan harga dalam jangka waktu yang panjang, kebutuhan akan rumah tinggal akan menaikkan harga properti yang dimiliki dan berpotensi memperoleh keuntungan dalam jumlah yang sangat besar dari modal.

Namun karena sifatnya yang tidak liquid, pemilik properti harus mencari cara untuk membuat properti tersebut dapat menghasilkan arus kas bagi dirinya. 

Oleh karena itulah, properti akan disewakan kepada orang lain yang membutuhkan dalam jangka waktu tertentu sehingga investor akan memperoleh arus kas dari properti yang dimilikinya. Bentuk sewa untuk properti ada banyak macamnya, pemilik properti dapat membentuknya menjadi kamar kos kamaran yang disewa perbulan, dapat menyewakan keseluruhan, atau dapat dibangun menjadi suatu bisnis baru seperti hotel. 

Dengan menyewakan pemilik properti dapat memperoleh cashflow dari asetnya dan jika harga dari properti sudah dirasa cukup memberikan keuntungan bagi pemilik, maka properti dapat dijual dan memberikan capital gain dari selisih harga beli dan harga jual. 

Secara tidak langsung, properti adalah aset yang paling cocok untuk memperoleh 2 jenis keuntungan tersebut, maka tidak heran hampir 90% orang di dunia memperoleh kekayaannya dari properti yang mereka miliki. 

Kesimpulan

Investasi memiliki dua jenis hasil keuntungan yang bisa anda dapatkan yaitu, Cashflow atau arus kas, dan capital gain atau keuntungan modal.

cashflow adalah hasil investasi berupa uang yang dapat langsung digunakan untuk keperluan tanpa adanya hambatan dan terikat pada aset investasi, sedangkan capital gain adalah hasil investasi berupa keuntungan penjualan aset investasi yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli.

Beberapa contoh aset yang dapat memberikan hasil investasi berupa cashflow adalah deposito, dividen saham, dan kupon obligasi. Sedangkan aset yang dapat memberikan hasil investasi berupa capital gain adalah reksadana, trading saham, dan jual beli obligasi.

Aset yang diinvestasikan investor tidak hanya bisa menghasilkan salah satu dari hasil investasi saja, ada aset yang dapat menghasilkan cashflow dan capital gain juga seperti Obligasi, value investing pada saham, dan investasi pada properti. 

Akhir Kata

Investasi adalah aktivitas yang sulit dan memerlukan banyak pengetahuan dan pengalaman. Investor yang baik adalah mereka yang mengerti hasil dari investasi yang mereka lakukan dan dapat menyusun strategi untuk memberikan hasil optimal dari pertumbuhan portofolio investasi mereka. 

Akhir kata, semoga apa yang saya tulis dapat dimengerti dan bermanfaat untuk anda pembaca sekalian, jangan lupa untuk terus belajar dan bertanya dengan orang yang lebih mengerti sebelum memulai investasi. 

Jangan lupa juga untuk tinggalkan komentar jika anda sekalian merasa bahasan ini bermanfaat untuk mendukung penulis ya! Jika ada yang tidak dimengerti bisa ditanyakan langsung juga. Semoga bermanfaat dan nantikan artikel selanjutnya!




Posting Komentar untuk "Jangan Salah Pilih! Kenali 2 Jenis Hasil Investasi: Capital Gain dan Cashflow"