Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Reksadana Bisa Membuat Kaya? Kenali Apa Itu Reksadana!



Pendahuluan

Jika kalian sedang belajar mengenai investasi, kalian pasti telah menyadari bahwa ada banyak jenis aset investasi yang bisa kalian gunakan untuk berinvestasi. Ada yang aset investasi yang memiliki resiko rendah yang memberikan pendapatan yang stabil setiap bulannya, ada juga aset dengan resiko yang menengah, dan aset yang memiliki resiko tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula.

Salah satu aset yang banyak diperbincangkan sekaligus direkomendasikan oleh berbagai tokoh maupun lembaga keuangan adalah reksadana. Reksadana sendiri dipilih untuk dipromosikan karena merupakan aset yang cenderung mudah untuk diinvestasikan dan cocok untuk pemula. 

Promosi soal reksadana ini diikuti pula dengan kemudahan untuk membeli reksadana. Banyaknya aplikasi berlisensi resmi yang bergerak sebagai marketplace reksadana di Indonesia akhirnya membuat semua orang dari berbagai kalangan dan latar belakang dapat membeli reksadana tanpa harus melewati birokrasi yang merepotkan dan syarat jumlah tabungan di bank tertentu. 

Namun seperti yang saya jelaskan di berbagai tulisan saya sebelumnya, ada baiknya sebelum memulai melakukan sesuatu kalian harus memahami tentang hal tersebut terlebih dahulu. Jadi di artikel kali ini saya akan menjelaskan lebih dalam soal apa itu Reksadana dan bagaimana cara investasi reksadana.



Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah produk investasi yang paling banyak diminati saat ini, hal ini disebabkan karena investasi reksadana sangat mudah untuk dilakukan dan cocok untuk mereka yang belum mengenal terlalu jauh mengenai pasar modal. 

Sederhananya, reksadana adalah suatu produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk dikelola oleh profesional keuangan, dengan kata lain membeli reksadana sama artinya dengan menitipkan uang yang kalian investasikan kepada profesional untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen tertentu. 

Nantinya uang yang kalian investasikan tersebut akan diatur oleh manajer investasi untuk dibagi ke beberapa aset sesuai dengan tingkat resiko reksadana tersebut. Lalu bagaimana cara reksadana terbentuk? siapa yang dimaksud dengan manajer investasi tadi?


Manajer Investasi 

Manajer investasi adalah suatu pihak/perusahaan yang bertugas untuk mengelola aset yang dititipkan kepadanya. Manajer investasi nantinya harus memenuhi berbagai syarat sertifikasi profesi dan juga verifikasi otoritas jasa keuangan (OJK) untuk dapat secara resmi dan legal mengelola dana investor. 

Manajer investasi nantinya akan memiliki berberapa tugas yaitu mengelola aset dari investor, memutuskan instumen investasi yang akan dibeli dengan mempertimbangkan resiko dari pembelian aset tersebut serta memutuskan waktu jual dan beli dari suatu aset investasi, serta melaporkan hasil investasi kepada para investor secara baik dan transparan

sumber bareksa.com

Bagaimana Cara Reksadana Terbentuk?

Reksadana bukanlah sekedar memberikan uang kalian kepada manajer investasi tanpa perjanjian atau peraturan-peraturan tertentu. Reksadana memiliki regulasi yang ketat sehingga uang kalian dapat dikelola dengan aman. 

Pembentukan reksadana awalnya diawali dengan pembentukan reksadana oleh manajer investasi. Pertama-tama, manajer investasi akan melakukan sebuah perjanjian dengan bank kustodian yang disebut dengan kontrak investasi kolektif (KIK). Bank kustodian nantinya akan bertugas untuk melakukan penyelesaian transaksi, menyimpan surat berharga reksadana, menghitung NAB atau Nilai Aktiva Bersih reksadana, dan menjadi tempat pencatatan serta wakil dari investor jika ada suatu rapat. 

Setelah perjanjian dengan bank kustodian rampung, maka manajer investasi akan mulai menawarkan reksadana kepada para investor. Manajer investasi akan menyertakan prospektus yang berisi tujuan investasi, banyaknya proporsi jenis aset yang diinvestasikan, berbagai perjanjian dan profil dari para manajer investasi yang mengelola aset tersebut.

Jika kalian akhirnya memutuskan untuk membeli reksadana tersebut, nantinya kalian akan mengirimkan uang yang kalian gunakan untuk membeli reksadana ke bank kustodian yang telah ditunjuk oleh manajer investasi, lalu bank kustodian akan melakukan pemindahan uang tersebut ke rekening reksadana yang terdaftar dan investor akan memperoleh unit penyertaan sebagai tanda kepemilikan suatu reksadana.

Setelah menerima unit reksadana, nantinya investor dapat melihat pertumbuhan asetnya dari  nilai aktiva bersih (NAB) reksadana yang akan diupdate oleh manajer investasi setiap harinya secara transparan. 

Dengan kemajuan teknologi, pembelian reksadana saat ini tidak terlalu rumit dan tergolong sangat simpel. Untuk membeli reksadana kalian bisa menggunakan beberapa aplikasi marketplace reksadana yang terdaftar secara resmi di OJK seperti Bibit dan bareksa, selain itu kalian juga bisa membeli reksadana di aplikasi trading saham yang saat ini sudah menyediakan opsi untuk melakukan pembelian reksadana. 

Setelah memahami bagaimana proses reksadana terbentuk, saya akan menjelaskan jenis-jenis reksadana yang dapat kalian investasikan berserta dengan tips, resiko, dan strategi investasinya. 


Berbagai Jenis Reksadana

Reksadana terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan dengan tingkat resiko dan alokasi aset dalam reksadana tersebut yaitu reksadana pasar uang, reksadana obligasi, reksadana saham, dan reksadana campuran. 

Jika anda belum memahami soal profil resiko investasi, ada baiknya anda membaca artikel "mengenal profil resiko investasi" supaya anda bisa lebih memahami penjelasan terkait reksadana setelah ini.


Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan tingkat resiko paling rendah, biasanya reksadana tipe ini sangat coock untuk investor yang memiliki profil resiko konservatif

Reksadana pasar uang pada dasarnya merupakan reksadana yang asetnya dialokasikan pada berbagai instrumen pasar uang seperti sertifikat bank indonesia, deposito, sukuk, surat berharga pasar uang dan berbagai instrumen lain yang memiliki imbal hasil yang pasti dan tidak fluktuatif.

Karena dana dari reksadana pasar uang dialokasikan pada aset-aset yang sifatnya aman dan stabil, reksadana tipe ini juga cenderung memiliki pertumbuhan yang stabil dengan resiko penurunan aset yang sangat kecil.

Namun sesuai dengan hukum investasi, "low risk low return, high risk high return", tingkat keuntungan yang ditawarkan oleh reksadana pasar uang cenderung kecil dan kurang cocok jika dijadikan pilihan untuk investasi jangka panjang karena pertumbuhan modal yang ditanamkan akan kurang optimal

Reksadana pasar uang memberikan keamanan sehingga cocok untuk investasi jangka pendek dalam rentang waktu kurang dari 1 tahun untuk menjaga nilai investasi kalian. 

Misalkan, kalian sedang menyiapkan uang untuk membayar biaya masuk sekolah anak yang akan dibayarkan dalam waktu 2 bulan, maka dengan menginvestasikan uang kalian di reksadana pasar uang kalian akan memperoleh keuntungan dalam jangka waktu pendek dan nilai dari uang kalian juga akan terjaga karena rendahnya resiko dari reksadana pasar uang sehingga kalian dapat membayar kewajiban kalian tepat pada waktunya. 

Reksadana pasar uang cenderung disarankan bagi kalian yang belum terlalu memahami tentang reksadana serta menginginkan bunga yang lebih tinggi daripada yang ditawarkan deposito. Reksadana pasar uang menawarkan bunga yang lebih tinggi dan pendapatan dari reksadana yang tidak dipotong pajak sehingga reksadana bisa menjadi pengganti deposito untuk menyimpan uang anda dalam waktu dekat.

Reksadana Obligasi

Jika anda mulai memahami tentang investasi dan memiliki kesadaran bahwa aset investasi dapat mengalami fluktuasi harga, maka anda dapat mulai masuk ke reksadana obligasi. 

Reksadana obligasi adalah reksadana yang sebagian besar asetnya dialokasikan ke obligasi meliputi obligasi perusahaan maupun obligasi pemerintah. Obligasi sendiri adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pihak tertentu yang bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan imbalan kupon atau persentase bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan ke investor dalam jangka waktu tertentu. 

Obligasi dapat diperjual belikan sehingga obligasi memiliki fluktuasi harga yang bergantung pada besarnya demand dan suply di pasar. Obligasi juga cenderung memberikan kupon atau bunga yang lebih besar dari aset-aset pasar uang sehingga obligasi akan memberikan return yang jauh lebih besar dari aset pasar uang seperti deposito. 

Dengan demikian, reksadana obligasi akan memberikan imbal hasil yang lebih besar daripada reksadana pasar uang, namun disertai dengan peningkatan resiko karena adanya fluktuasi harga dari obligasi yang menyebabkan reksadana tersebut dapat mengalami penurunan dan peningkatan nilai aktiva bersih seiring dengan berjalannya waktu.

Reksadana obligasi cocok untuk investor yang memiliki profil resiko moderat, yaitu tipe investor yang memiliki toleransi resiko menengah dan mengharapkan imbal hasil yang jauh lebih besar daripada aset-aset yang bersifat stabil. 

Reksadana obligasi cocok digunakan untuk investasi jangka menengah antara 3-5 tahun, reksadana obligasi cenderung memiliki imbal hasil yang lebih tinggi namun cenderung terjadi fluktuasi harga dalam jangka waktu pendek sehingga penempatan dana di reksadana obligasi akan cocok untuk kalian yang memiliki tujuan jangka menengah untuk dilakukan. 

Misalkan, Kalian bertujuan untuk membeli kendaraan bermotor 4 tahun lagi, maka penempatan reksadana obligasi cocok untuk tujuan tersebut. Reksadana obligasi akan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada reksadana pasar uang, namun tidak memberikan resiko penurunan harga yang fluktuatif seperti reksadana saham sehingga dalam jangka waktu menengah modal yang kalian tanamkan akan tumbuh dan bisa digunakan untuk pembelian motor tersebut.

Reksadana Saham

Sesuai dengan namanya, reksadana saham adalah reksadana yang sebagian besar asetnya dialokasikan ke instrumen investasi saham. Reksadana ini memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan dipengaruhi oleh karakteristik saham itu sendiri. 

Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan suatu perusahaan. Saham dapat diperdagangkan secara bebas dan memiliki nilai yang fluktuatif karena dipengaruhi langsung oleh permintaan pasar.

Saham merupakan aset yang memiliki resiko tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula dalam jangka waktu panjang, oleh karena itu reksadana saham adalah reksadana yang cocok untuk investor dengan profil resiko agresif dan memiliki tujuan investasi jangka panjang antara 5-10 tahun. 

Hal ini sebabkan karena kecenderungan harga saham yang akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek namun akan mengalami peningkatan dalam jangka panjang jika disertai dengan fundamental yang baik dari perusahaan itu sendiri. Sehingga fluktuasi kenaikan dan penurunan reksadana saham akan jauh lebih tinggi daripada reksadana pasar uang dan obligasi.

Berinvestasi di reksadana saham cocok untuk kalian yang berinvestasi dengan tujuan jangka panjang seperti menabung untuk membeli rumah, menyiapkan dana pensiun, menyiapkan warisan dan lain sebagainya. 


Reksadana Campuran

Seperti namanya, reksadana campuran adalah reksadana yang pengalokasian asetnya merupakan campuran atau kombinasi dari berbagai macam aset investasi yang telah didiversifikasi sesuai dengan tujuan investasinya

Berbeda dengan reksadana saham, pasar uang, atau obligasi, reksadana campuran tidak didominasi oleh salah satu aset, melainkan diisi oleh kombinasi berbagai macam aset yang bertujuan untuk meminimalisir resiko serta meningkatkan peluang untuk memperoleh keuntungan yang besar di masa depan. 

Sebagai contoh, reksadana campuran dapat memiliki imbal hasil yang lebih tinggi atau setara dengan reksadana saham namun memiliki tingkat resiko yang lebih rendah daripada reksadana saham. Fluktuasi harga di reksadana campuran akan lebih rendah daripada reksadana saham karena instrumen yang terkandung dalam reksadana campuran berisi kombinasi dari saham, obligasi, dan instrumen pasar uang yang disesuaikan porsinya untuk memberikan keuntungan maksimal. 

Reksadana campuran cocok untuk mereka yang menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi namun tidak ingin mengambil resiko terlalu tinggi seperti reksadana saham. 

Untuk berinvestasi di reksadana campuran, investor lebih baik membaca terlebih dahulu prospektus dari reksadana tersebut. Investor harus memahami dan mengetahui aset dalam reksadana tersebut di alokasikan ke instrumen investasi apa, sehingga investor dapat menyusun strategi sendiri untuk menentukan apakah reksadana campuran tersebut cocok dengan tujuan investasi investor. 

Kesimpulan

Reksadana merupakan aset investasi favorit untuk berbagai kalangan saat ini, selain karena praktis, reksadana juga bebas pajak dan dapat disesuaikan dengan profil resiko dari masing-masing investor

Reksadana sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yaitu reksadana pasar uang untuk investor konservatif, reksadana obligasi untuk investor moderat, reksadana saham untuk investor agresif dan reksadana campuran untuk investor moderat-agresif. 

Pemilihan reksadana harus disesuaikan juga dengan tujuan investasi dari investor. 

  • Reksadana pasar uang  digunakan untuk berinvestasi jangka pendek kurang dari 1 tahun karena akan memberikan pertumbuhan yang stabil dan melindungi modal investasi. 
  • Reksadana obligasi cocok digunakan untuk investasi jangka menengah antara 3-5 tahun karena memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih baik daripada pasar uang. 
  • Reksadana saham cocok untuk jangka panjang antara 5-10 tahun dikarenakan sifatnya yang fluktuatif dalam jangka waktu pendek namun memberikan keuntungan yang besar dalam jangka waktu panjang.
  • Reksadana campuran, investor harus memahami pengalokasian aset pada reksadana sehingga investor bisa memutuskan sendiri apakah reksadana tersebut cocok dengan tujuan investasi kalian.

Dengan memahami berbagai jenis reksadana, penulis harap kalian bisa menentukan aset investasi yang paling cocok dengan tujuan investasi kalian. Semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Posting Komentar untuk "Apakah Reksadana Bisa Membuat Kaya? Kenali Apa Itu Reksadana!"